Kamis, 27 Maret 2008
Jihad akbar jihad melawan hawa nafsu
Bulan Ramadhan adalah bulan jihad. Pada bulan ini, umat Islam memuasakan diri, tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menahan hawa nafsu yang merusak kesucian jiwa, diri dan muamalah sesama manusia. Sehingga puasa yang dijalankan mampu mendekatkan diri dan kembali pada keridhaan Allah Swt. Upaya maksimal seorang hamba atau suatu umat untuk menyucikan diri dan mencari keridhaan Allah Swt di dunia dan akhirat adalah jihad fi sabilillah.
Belakangan ini, terutama dalam berbagai aksi teror bom dan kekerasan, istilah ?jihad? sering disalahpahami, baik oleh kaum Muslim maupun pengamat Barat, yang mengartikan jihad dengan perang. Aksi kekerasan yang berpijak pada konsep jihad merupakan bentuk penyempitan makna jihad. Dalam aksi kekerasan seperti pemboman, selain telah mendistorsi makna jihad juga menimbulkan tindakan-tindakan yang tidak sesuai syariat. Kalangan ?muslim radikal? lebih banyak memaknai jihad dengan perang dan segala bentuk kekerasan. Padahal, jihad memiliki makna yang luas, mencakup seluruh aktivitas yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia.
Makna jihad
Secara bahasa, kata jihad terambil dari kata ?jahd? yang berarti ?letih/sukar?, karena jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan. Ada juga yang berpendapat kata jihad berasal dari kata ?juhd? yang berarti ?kemampuan?, karena jihad menuntut kemampuan dan harus dilakukan sebesar kemampuan (Shihab, 1996: 501). Dalam hukum Islam, jihad adalah segala bentuk maksimal untuk penerapan ajaran Islam dan pemberantasan kezaliman, baik terhadap diri sendiri maupun masyarakat dengan tujuan mencapai rida Allah Swt.
Dalam pengertian luas, jihad mencakup seluruh ibadah yang bersifat lahir dan batin dan cara mencapai tujuan yang tidak kenal putus asa, menyerah, kelesuan, dan pamrih, baik melalui perjuangan fisik, emosi, harta benda, tenaga, maupun ilmu pengetahuan sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. selama peroide Mekah dan Madinah. Selain jihad dalam pengertian umum, ada pengertian khusus mengenai jihad, yaitu memerangi kaum kafir untuk menegakkan Islam dan makna inilah yang sering dipakai oleh sebagian umat Islam dalam memahami jihad.
Kesalahan memahami jihad yang hanya dimaknai semata-mata perjuangan fisik disebabkan oleh tiga hal. Pertama, pengertian jihad secara khusus banyak dibahas dalam kitab-kitab fikih klasik senantiasa dikaitkan dengan peperangan, pertempuran, dan ekspedisi militer. Hal ini membuat kesan, ketika kaum Muslim membaca kitab fikih klasik, jihad hanya semata-mata bermakna perang atau perjuangan fisik, tidak lebih dari itu. Kedua, kata jihad dalam Al-Quran muncul pada saat-saat perjuangan fisik/perang selama periode Madinah, di tengah berkecamuknya peperangan kaum Muslim membela keberlangsungan hidupnya dari serangan kaum Quraisy dan sekutu-sekutunya. Hal ini menorehkan pemahaman bahwa jihad sangat terkait dengan perang. Ketiga, terjemahan yang kurang tepat terhadap kata anfus dalam surat Al-Anfal ayat 72 yang berbunyi: ?Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan,? (QS Al-Anfal [7]: 72).
Kata anfus yang diterjemahkan dengan ?jiwa?, menurut Quraish Shihab tidak tepat dalam konteks jihad. Makna yang tepat dari kata anfus dalam konteks jihad adalah totalitas manusia, sehingga kata nafs (kata tunggal dari anfus) mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga, dan pikiran.
Kesalahan yang sama juga dialami oleh para pengamat Barat yang sering mengidentikkan jihad dengan ?holy war? atau perang suci. Jihad yang didefinisikan sebagai perang melawan orang kafir tidak berarti sebagai perang yang dilancarkan semata-mata karena motif agama. Secara historis, jihad lebih sering dilakukan atas dasar politik, seperti perluasan wilayah Islam atau pembelaan diri kaum Muslim terhadap serangan dari luar. Oleh sebab itu, ?holy war? adalah terjemahan keliru dari jihad. ?Holy war? dalam tradisi Kristen bertujuan mengkristenkan orang yang belum memeluk agama Kristen, sedangkan dalam Islam jihad tidak pernah bertujuan mengislamkan orang non-Islam.
Fakta sejarah menunjukkan bahwa ketika kaum Muslim menaklukkan sebuah negeri; rakyat negeri itu diberi pilihan masuk Islam atau membayar jizyah (semacam pajak) atas jasa kaum Muslim yang melindungi mereka. Pemaksaan agama Islam dengan ancaman tidak dikenal dalam sejarah Islam. Sama halnya dengan penyebaran Islam di Nusantara yang dilakukan oleh Wali Songo menggunakan jalur budaya, tidak menggunakan jalan peperangan.
Munawar Chalil dalam buku Kelengapan Tarikh Nabi Muhammad Saw. mengutip pendapat Muhammad Abduh, Ibnul-Qayyim dalam Zaad Al-Ma?ad, dan Syeikh Thanthawi Jauhari, menyatakan bahwa orang-orang kurang mengerti, menyangka bahwa jihad itu tidak lain adalah berperang dengan kafir. Sebenarnya tidak begitu. Jihad itu mengandung arti, maksud, dan tujuan yang luas. Memajukan pertanian, ekonomi, membangun negara, serta meningkatkan budi pekerti umat termasuk jihad yang tidak kalah pentingnya ketimbang berperang.
Bentuk-bentuk Jihad
Menurut Ar-Raghib Al-Isfahani?sebagaimana yang dikutip oleh Quraish Shihab?jihad terdiri dari tiga macam, yaitu: (a) menghadapi musuh yang nyata, yaitu mereka yang secara jelas-jelas memerangi umat Islam, seperti kaum Quraisy yang mengerahkan segenap kemampuannya untuk memangkas keberlangsungan komunitas umat Islam, (b) menghadapi setan, dilakukan dengan cara tidak terpengaruh segala bujuk rayunya yang menyuruh manusia membangkang kepada Allah Swt., dan (c) melawan hawa nafsu, inilah jihad terbesar dan paling sulit. Nafsu yang ada pada tiap diri manusia selalu mendorong pemiliknya untuk melanggar perintah-perintah Allah Swt., dengan tetap setia menjalankan perintah-Nya, berarti umat Islam berjihad melawan hawa nafsu.
Menurut Ibnu Qayyaim, dilihat dari segi pelaksanaannya, jihad dibagi menjadi tiga bentuk:
Pertama, jihad muthlaq; perang melawan musuh dalam medan pertempuran. Jihad dalam bentuk perang ini mempunyai persyaratan tertentu, di antaranya perang harus bersifat defensif, untuk menghilangkan kekacauan serta mewujudkan keadilan dan kebajikan. Perang tidak dibenarkan bila dilakukan untuk memaksakan ajaran Islam kepada orang non-Islam, untuk tujuan perbudakan, penjajahan, dan perampasan harta kekayaan. Juga tidak dibenarkan membunuh orang yang tidak terlibat dalam peperangan tersebut, seperti wanita, anak kecil, dan orang-orang tua.
Kedua, jihad hujjah; jihad yang dilakukan dalam berhadapan dengan pemeluk agama lain dengan mengemukakan argumentasi kuat. Jihad dalam bentuk ini memerlukan seseorang yang punya kemampuan ilmiah tinggi yang bersumber dari Al-Quran dan sunnah-sunnah Nabi serta mampu berijtihad.
Ketiga, jihad ?amm; jihad yang mencakup segala aspek kehidupan, baik bersifat moral maupun bersifat material, terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain di tengah-tengah masyarakat. Jihad seperti ini dapat dilakukan dengan pengorbanan harta, jiwa, tenaga, waktu, dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Jihad ini juga bersifat berkesinambungan, tanpa dibatasi oleh lingkup ruang dan waktu, dan bisa dilakukan terhadap musuh yang nyata, setan atau hawa nafsu.
Jihad melawan hawa nafsu adalah jihad yang paling besar. Perang Badar, perang terbesar dan yang sangat menentukan bagi keberlangsungan komunitas Muslim. Kemenang kaum Muslim dalam Perang Badar, dengan jumlah yang sedikit melawan musuh yang berjumlah sangat banyak, memang dahsyat. Akan tetapi Nabi Muhammad Saw. mengatakan bahwa Perang Badar adalah perang kecil dan perang besar adalah perang melawan hawa nafsu. ?Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu.?
Dengan demikian, musuh nyata yang harus dihadapi dengan jihad adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan yang kini banyak menimpa kaum Muslim sebagai akibat dari keserakahan orang-orang yang tidak bisa berjihad melawan hawa nafsunya.
Penulis adalah Ust. Abu Haqqi, pemerhati masalah sosial-keagamaan.
Totall Reply 1 | Comment 129 hits | Beritahu Teman | Print | Baca Artikel Seluruhnya
akhi_tangguh
Total Topics: 0
Total Posts: 0
08 Nov 06 - 6:52 am
jihad melawan hawa nafsu=jihad besar?
Akan tetapi Nabi Muhammad Saw. mengatakan bahwa Perang Badar adalah perang kecil dan perang besar adalah perang melawan hawa nafsu. “Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu.”
hadist diatas oleh Al baihaqi dikatakan sebagai Doiful sanad karena adanya kelemahan pada sanadnya yaitu khalaf bin muhamad bin sulaiman bin khiyam yang menurut Al hakim hadistnya tak bisa dipakai.dan menurut Abu ya'la Al-kholil kadang-kadng ia berdusta karena menyampaikan hadist yg terputus sanadya.dan menurut imam taimiyah hadist tersebut hanya sampai pada generasi tabi'in yaitu ibrahim bin abi ablah.yang menurut syaikul islam ibnu taimiyah 'kepribadianya bisa dipercaya' hanya saja hadistnya terputus. Jihad Fie Sabiilillah, jika diartikan mutlak, maka tidak bisa tidak, yang dimaksudkan adalah berjihad melawan kaum kafir dengan pedang (senjata), sampai mereka masuk Islam atau memberi jizyah (upeti) dari tangan mereka, sedang mereka dalam keadaan rendah (Muqaddimah Ibnu Rusyd 1/369). sebagaimana perkataan ibnu taimiyah:”Diwajibkan mengadakan I’dad (persiapan) dalam rangka berjihad, dengan menyiapkan kekuatan dan kuda yang ditambat ketika gugur kewajiban jihad karena ketidakmampuan (lemah). Karena sesungguhnya suatu kewajiban yang tidak sempurna kecuali dengan suatu perkara, maka perkara itu menjadi wajib hukumnya.”(Majmu’ fatawa juz 28,hal.259).Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran yg mnjelaskan bahwa jihad melawan hawa nafsu itu jihad besar.bahkan pemahaman tentang hal ini(jihad melawan hawa nafsu adalah jihad besar) telah dibantah oleh para generasi salaf.Hukum jihad sebagaimana halnya hukum dalam puasa.ketika turun ayat tentang jihad para sohabat pun mengangkat senjata dan tak ada yang melakukan puasa.
"Dikatakan,"Wahai Rasulullah,Amal apa yang dapat menyamai jihad fi sabilillah?Nabi bersabda,"Kalian tidak mampu melaksanakanya."lalu mereka mengulang pertanyaan itu dua atau tiga kali lagi,dan semua dijawab,"Kalian tidak mampu melaksanakanya."!lalu nabi bersabda,"Perumpaan mujahid fi sabilillah seperti orang yang shaum dan sholat malam dan membaca ayat-ayat Alloh dan tidak berhenti melakukan shiyam dan sholat sampai seorang mujahid fi sabilillah kembali."(HR.Tirmidzi dan menghasankannya dari Abu Hurairah)
masih bnyak lagi hadist hadist yang mnjelaskan tentang keutamaan berjihad.
Rabu, 26 Maret 2008
Arti jihad menurut bahasa
Kata jihad berasal dari kata Jahada yang mempunyai banyak arti dalam bahasa Arab, diantaranya: usaha untuk menjadi sempurna, seorang yang rajin belajar, mencoba atau menciptakan, bekerja untuk mencapai tujuan tersebut, melelahkan, menanyai, mendesak, memberi beban, menjadi lemah karena sakit, seorang pekerja keras, jatuh cinta, mencampur membangkitkan, dermawan, penderitaan, peringatan, melemahkan, perjuangan tanpa henti. Dalam kata lain jihad menurut bahasa adalah berjuang dengan segenap usaha sampai titik penghabisan, yang mana menjadi suatu aspek dalam kehidupan.
Pengertian Jihad
Dan juga Imam Fairouz Abadi mengatakan di dalam kamusnya yang terkenal “Kamus Al_Muheet”bahwa kata “Al-Nafir” berarti pergi dan berjuang dengan pedang. Selain itu Alloh SWT berfirman: “Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berperang di Jalan-Nya dalam barisan yang teratur….” (QS. 61:4).
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih (yaitu) kamu beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Alloh dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.”(QS. 61:10-11)
Pendapat Menurut 4 Imam Mahzab
Menurut Imam Maliki Fiqh Imam Ibnu Arafa, dilanjutkan oleh Sheikh Khalil dalam Mukhtasar Al-Khalil, mengatakan bahwa jihad adalah: “….seorang muslim yang berjuang melawan kaum kafir tanpa suatu perjanjian, hanya karena Alloh SWT semata dan untuk meninggikan nama-Nya dengan mengharapkan keridhoanNya.”
Menurut Imam Syafi’i Fiqh Imam Shirazi dalam buku Al-Muhazab Fil Fiqh Imam Shafi’i mengatakan bahwa jihad adalah berjuang melawan kaum kafir hanya karena Alloh dengan jiwa, harta, ucapan, atau mengajak orang lain….”(Kitab Al Minhaj oleh Imam Nawawi)
Menurut Imam Hambali Fiqh Imam Ibnu Qudama Al-Maqdisi mengatakan bahwa jihad adalah menyebarkan perjuangan melawan orang kafir, apakah itu sebagai fardhu Kifayah atau fardhu ‘Ain, melindungi orang mukmin dari kaum kafir, menjaga daerah perbatasan, berjuang di garis terdepan dan di garis perbatasan sebagai penopang.
Arti Jihad secara Umum
Jihad Menurut Ushul Fiqh
Karena itu menurut hukum, secara umum dan menurut ilmu ushul fiqh, jihad adalah berjuang di jalan Alloh atau perjuangan dengan segenap usaha melawan kaum kafir untuk meninggikan agama Alloh SWT.
Terdapat beberapa Sahih Muslim bersumber dari Abu Sa’ad Al Kudri bahwa sahabat bertanya kepada Rosulullah saw, “Apakah jihad itu?” dan beliau menjawab, “Berjuang untuk meninggikan Agama Alloh SWT.”
Pengertian jihad begitu luas dan juga bersifat terbatas (Al Jamiyyah Wa al Maniyyah) luas karena dilihat dari pengertian jihad menurut bahasa dan perlengkapannya. Hal ini bersifat terbatas karena perjuangan yang dilakukan hanya untuk melawan kaum kafir semata-mata hanya mengharapkan ridho Alloh SWT.
NB. Menurut para fuqaha, Jim pada kata jihad harus diucapkan dengan suara lambat yang disebut Jim Mushadadah.
Namun terdapat perbedaan pendapat apakah jihad hanya sebuah bentuk penyerangan atau apakah itu mencakup baik jihad sebagai penyerangan maupun jihad sebagai sikap bertahan. Al Izz Ibnu Salaam (Sheikh al Jihad) mengatakan bahwa jihad hanya sebagai bentuk penyerangan bukan sikap bertahan yaitu akan disebut jihad jika kita memulai atau memprakarsai pertemuan atau perkelahian, kewajiban yang lain (misalnya sikap bertahan jihad), dinamakan Al Dafa’ah. Pertahanan pada diri sendiri menjadi naluriah yang ada pada manusia juga terdapat pada binatang, tidak seperti kewajiban khusus dalam serangan jihad.
Dan lagi Ibnu Qayyim meletakkan beberapa kondisi untuk jihad, sebagai berikut:
1. Seorang muslim harus mengawali atau memulai pertempuran
3. Al Ma’niyyah mempunyai maksud bahwa pertempuran jihad untuk membuat agama Alloh SWT yang dominan (NB. biasanya ini termasuk dalam sikap bertahan sejak satu pertempuran untuk kemenangan atau kesyahidan tidak melihat untuk melaksanakan sistem aturan Islam dalam beberapa keadaan.
Pembagian jihad
Dari beberapa penjelasan di atas, kita dapat membagi jihad dalam dua bagian:
1. Al Jihad al Mubada’ah yaitu melakukan serangan jihad
2. Al Jihad al Dafa’ah yaitu sikap bertahan jihad
Bagaimanapun, secara bahasa kata jihad mengandung arti usaha sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah, ini ditemukan tanpa menggunakan Al-Qur’an dengan perbedaan arti jihad dalam mengendalian nafsu misalnya….ketika Alloh (SWT) menjelaskan pertempuran atau peperangan dalam jihad Dia menggunakan kata “Qaatala” dan dalan satu peperangan itu siapa saja yang bertempur dinamakan “Muqaatil” (Dimana “Qatala” adalah pembunuhan dan pembunuh disebut “Qatil”). Alloh tidak pernah menggunakan Qatil atau pembunuhan (murder atau kill) dalam Al-Qur’an konteks Jihad tetapi lebih pada Qitaal (peperangan) semenjak hidup menjaga kesucian dalam Islam.
Imam Syafi’i mengatakan bahwa alasan mengapa kita memerangi orang-orang kafir (dalam melakukan serangan jihad) adalah karena mereka menghalangi agama kita atau memerangi agama kita. Imam Abu Hanafi pada kesempatan lain mengatakan bahwa kita memerangi orang-orang kafir (serangan jihad) karena mereka memerangi kita dan menghalangi agama kita untuk dilaksanakan.
Kamis, 20 Maret 2008
Zionis lebih kejam dari binatang
Zionis berada dibalik pembunuhan orang
Nazi menerima bantuan keungan besar dari bank bank Zionis hingga mereka sampai ke tampuk pemerintahan. Tahun 1929 Nazi menerima dana sebesar 10 juta dolar dari bank Zionis di Amsterdam. Disusul 15 juta dolar, dua tahun sesudahnya. Ketika Hitler naik ke tampuk pemerintahan, dua tahun kemudian, Nazi menerima bantuan 126 juta dolar.
Ketika kita menyamakan Zionis dengan Nazi, kita sepakat kezaliman Nazi. Namun kekejian zionis terhadap kemanusiaan tak dapat dibamdingkan dengan terorisme zionis terhadap Palestina. Orang berselisih pendapat tentang pembantaian yahudi ditangan nazi., namun tak ada yang menyangkal kekejian terhadap zionis terhadap rakyat Palestina. Bahkan sebagian luput dari kamera. Seluruh dunia menyaksikan gugurnya seorang bocah Muhammad Durrah yang berusaha berlindung kepada ayahnya dengan melambaikan tangannya meminta pertolongan. Zionis malah membunuhnya.
Zinis menahan mobil amulans menolong ratusan rakyat Palestina yang menggelepar hingga maut menjemput mereka. Zionis menghancurkan bangunan bangunan Jenin. Seorang tentera Zionis pernah bertutur “Saya sangat teriakan anak anak Palestina”. Mereka merintih di bawah reruntuhan bangunan yang menimpa kepala mereka.
Mereka menyesatkan moral remaja dan anak anak dengan praktik praktik yang jauh dari moral masyarakat Muslim. Mereka merekamnya, dan mengancam muntuk disebarkan agar mereka mau bekerjasama dengan yahudi. Sebuah tindakan yang lebih kejam daripada Nazi, bahkan binatang sekalipun.
Sabtu, 08 Desember 2007
38 Tahun Pembakaran al Aqsa

Tanggal 21 Agustus adalah salah satu hari yang paling kelabu dan tragis untuk umat Islam sejak 38 tahun silam. Pada tanggal itu di tahun 1969, seorang ekstrimis Zionis bernama Michael Rohan bersama komplotannya membakar bagian dari bangunan masjid al Aqsha. Meskipun pembakaran itu dilakukan oleh sekelompok ekstrimis Yahudi Zionis, tetapi banyak bukti menunjukkan bahwa aksi brutal itu terjadi secara tersistematis di bawah kordinasi para pejabat Rezim Zionis Israel.Masjid al Aqsha menjadi icon anarkisme kaum Zionis sebenarnya bukan hanya karena tragedi pembakaran di tahun 1969 tersebut. Dua tahun sebelumnya, yaitu tahun 1967, kaum Zionis Israel merebut dan menguasai pintu gerbang timur masjid al Aqsha. Penguasaan atas gerbang bernama Bab al-Maghariba oleh kaum Zionis itu tak lain untuk meningkatkan frekuensi gangguan mereka terhadap umat Islam. Di tahun 1967 itu pula, tepatnya tanggal 15 Agustus, seorang ekstrimis Zionis bernama Solomo Gorin menyatroni komplek masjid al Aqsha sambil melontarkan ancaman akan menghancurkan masjid ini untuk kemudian digantikan dengan sinagog, tempat peribadatan umat Yahudi.Tiga tahun kemudian, yaitu tahun 1970, seorang warga Zionis bersenjata lengkap juga menyatroni komplek masjid al Aqsha dan memberondongkan peluru kepada para jemaah shalat. Serangan yang terjadi di bulan Oktober menjatuhkan puluhan korban luka.Tragedi serangan serupa juga terjadi tanggal 11 April 1982. Saat itu seorang tentara Israel bernama Alan Jodman tiba-tiba masuk ke komplek masjid al Aqsha kemudian menebarkan pelurunya secara membabi buta. Puluhan Muslim Palestina gugur dan lebih dari 60 orang lainnya cidera akibat amuk serdadu Zionis tersebut.Sampai sekarang, masjid al Aqsha masih dibayangi ancaman kaum Zionis.
Kamis, 29 November 2007
mujahidin
Kelompok mujahidin yang paling dikenal adalah kelompok-kelompok perlawanan Afganistan yang terlibat dalam Perang Soviet-Afganistan pada dasawarsa 1980-an yang selanjutnya saling berperang satu sama lain dalam Perang Saudara Afganistan. Kelompok mujahidin lain antara lain bermunculan di Bosnia, Tajikistan, Pakistan, Kashmir, Somalia, Irak, Chechnya, Lebanon, Palestina, Filipina, dan Myanmar.
Selasa, 27 November 2007
Perlawanan dari atas kursi roda
Ucapan rasulullah saw tersebut berkenan dengan sikap dari beberapa orang dari generasi sahabat nabi abdullah bin mas'ud.Padahal sahabat nabi yang masyur yang banyak meriwayatkan hadist ini di kenel sebagai seorang sahabatyang selain sangat taat kepada allahsubhanah wa Ta'ala,juga sangat kaya dengan ilmu.Dalam sejarah tentang keilmuan islam di zamanya kendali secara fisik tidak memiliki kelebihan di banding dengan sahabat lainnya.Bahkan ia dikenal sebagai seorang sahabat nabi yang berbadan kerempeng .Artinya kualitas seseorang tidakbisa hanya diukur dengan tampilan. Kualitas seseorang dapat diukur dengan keimanan dan keilmuan.
Agaknya sebuah pertanyaan di zaman modern sekarang ini dapat pula mencuat ke permukaan sehubungandengan seorang tokoh perlawanan yang telah memusingkan kekuatan ZIONIS"Apakah kalian menertawakan badan yang lumpuh itu ?"
Ia adalah seorang tua bernama Ahmad Yassin.Dilahirkan pada tahun 1938 di desa al-jaurah ,jalur Gaza,setelah kedua orang tuanya mengungsi di jalur Gaza pasca pernag tahun 1948. Sejak usia remja ia dikanal sebagai aktivis yang menejuni berbagai kegiatan kepemudaan Oleh raga adalah salah satu yang menjadi salah satu hobinya.namun takdir menentukan lain.Dalam sebuah kegiatan olah raga ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia terserang kelum[uhan total.
Tetapi kelumpuhan itu tidak menyebabkan ia surut sebagai aktivis dan keterlibatannya dalam gerakan perlawanan menetang Zionis tas bumi PALESTINA.Akibatnya ia keluar masuk penjara bebrapa kali.Bahkan mungkin sebagian besar hidupnya di atas kursi roda dalam penjara.
Kendali keadaan fisiknya seperti itu, ia di kenal sebagai seorang guru yang berhasil dalam mendidik muridnya. Ia pernah bekerja sebagai guru bahasa Arab dan pendidikan Islam. Selain itu ia aktif sebagai khatib dan guru di beberapa masjid di
Wibawa dan kekuasan wawasan itu pula yang mengantar ia memobillisasi kekuatan dan membentuk Perkumpulan Islam Gaza dan ia sebagai ketuanya. Akibatnya ia menjadi incaran kaum penjajah. Pada tahun 1983 Ahmad Yassin di tangkap dengan tuduhan menyimpan senjata dan membentuk tanzhim askari (organisasi militer) dan memprovokasi
Selama dipenjara ia sering mendapatkan siksaan. Salah seorang anak laki lakinya yang masih remaja yang selalu menemani ayahnya di penjara untuk keperluan dorong mendorong kursi roda ayahnya. Di dalam penjara ia tak pernah surut dari perjuangan melawan penjajah Zionis. Pada tahun 1985 Syeikh Ahmad Yassin di bebaskan dalam tukar menukar tawanan erang antara Zionis dengan FRONT RAKYAT untuk Pembebesan PALESTINA setelah ia mendekam di dipenjara selama 11 bulan.
Begitu ia keluar dari penjara naluri jihadnya semakin peka. Semangat jihadnya semakin mengkristal. Cakrawala perjuangannya semakin meluas tanpa batas. Maka pada tahun 1987 di jalur
Ternyata gerakan yang di dalam piagamnya disebut sebagai sayap Militer Ikhwanul Muslimin ini menjadi sebuah gerakan yang sangat menyulitkan
Kepanikan bercampur frustasi menyebabkan tentara
Tetapi bagi Syeikh Ahmad Yassin yang memimpin perlawanannya dari atas kursi rodanya ini, ancaman dari kaum Zionis tersebut sama sekali tidak membikin dia bergeming dalam perjuangannya. Justru ancaman tersebut semakin mengkristalkan perjuangannya. Akibatnya pada suatu malam (18/5/1989) Mahkamah Militer Zionis mengeluarkan keputusan untuk memenjarakannya seumur hidup dengan tambahan 15 tahun penjara. Kepitusan itu didsarkan atas tuduhan bahwa ia telah memobillisasi penculikan, pembunuhan tentera
Kaum Zionis berharap, dengan di penjarakannya seumur hidup perjuangan HAMAS akan mati karena ketiadaan pemimpinnya yang kharismatik ini. Tetapi apa yang di harapkan Zionis justru tidak pernah terjadi. Orang tua yang naluri perjuangannya mengakir sejalan dengan nafasnya ini pada 13 Desember 1992 membentuk kelompok fadayen yang terkenal dengan sebutan BRIGADE IZZUDIN AL-QASAM.
Dalam banyak operasi fadayen Brigade Izzuddin Al-Qasam sering berhasil. Oleh karena itu banyak tentara
Tampaknya oenjara bukanlah salah satu tempat tinggal Syeikh, banyak cara yang dapat membebaskannya dari penjara militer Zionis. Pada suatu pagi (1/10/1997)ia dibebaskan sebagai konsekuensi dari kesepakatan antara yordania dan
Kini ia tetap di atas kursi rodanya. Dengan kelemahan fisiknya ia terus memimpin sebuah perlawanan besar, menhadapi serbuan kaum Zionis dan kelicikan Amerika Serikat. Seorang penyair melukiskan kewibawaan dan keteguhan Syeikh Ahmad Yassin dalam ungkapan pendeknya:
Matamu menyala bagai nyala api
Suramu lirih namun menggetarkan hati
Fisikmu yang renta menjadi inspirasi para SYUHADA
Daftar pustaka: Sabilli no.01 th. X 25 juli 2002/14 jumadil awal 1423
Minggu, 04 November 2007
aPa itu bulan RamaDhan......?
Bulan ramadhan artinya mengasah ,dan ada juga yang menyebutkan ramadhan itu artinya berpahala ,dan arti lain dari ramadhan adalah pembakaran.Pembakaran yaitu pembakaran segala dosa-dosa yang ada pada diri kita itu akan terjadi bila kita melaksanakan secara lahir dan batin .
Secara lahir kita menjaga anggota tubuh kita dari perbuatan yang jelek ,yang paling harus di jaga adalah HAULAJUD yaitu perkataan yang kotor , karena perkataan seseorang lebih tajam dari pada pedang .
Secara batin kita menjaga hawa nafsu kita ,karena biasanya kalau dalam keadaan prut kosong , marah seseorang tidak akan terkendali , maka dari itu saat kita berpuasa kita harus bersabar dan memperbanyak tilawah quran .
Sedangkan yang di maksud dengan bulan ramadhan yang artinya mengasah yaitu memperbaiki kesalahan kita atau melakukan sesuatu yang baik menjadi yang lebih baik lagi,seperti halnya kita mengasah pedang yang tumpul kemudian menjadi tajam .
- al-quran ,
- dzikir(artinya ingat kepada allah) ,
- itiqaf(artinya mendekatkan diri kepada allah di dalam masjid) dan
- sholat tarawih(artinya shalat,santai,maka apabila kita melaksanakan sholat tarawih itu dengan santai,jangan terburu-buru).
- Yaitu kemenengan perang BADAR pada tanggal 17 ramadhan tahun 2 hijriah
Dari semua kemenangan itu di karnakan datangnya pertolongan allah kepada umat muslimin.
Adapun hadist tentang Bulan Ramadhan
Abu hurairah r.a berkata ,Rosulullah s.a.w bersabda "apabila masuk bulan ramadhan maka terbukalah pintu pintu syurga dan terkuncilah pintu neraka manakala sekalian syaitan di rantai dan di buka pintu rahmat". (Bukhari dan Muslim)
Lailatul Qadr

Jumat, 02 November 2007
ArTikeL puaSa
Beragama islam
baligh dan berakal sehat
suci dari haid ( bagi perempuan )
tidak sedang sakit
tidak sedang dalam perjalanan.
Adapun hikmah dan manfaat dari puasa di antaranya :
menguatkan jiwa / rohani kita
membentuk pribadi yang taqwa
menjauhkan kita dari perbuatan-perbuatan yang hina
melatih ke sabaran
meningkatkan iman dan taqwa kepada allah
menjaga hawa nafsu
menjaga ke disiplinan
menigkatkan ke tabahan
mensejahterakan fakir dan miskin
menjaga kesehatan organ-organ tubuh
membersihkan hati
mempererat silaturrahmi
Adapun keistimewaan dalam puasa ramadhan
pusa itu perisai
puasa itu jihad
puasa itu berkah
Dan perlu kita kethui bahwa di syurga terdapat pintu syurga yang bernama "AROYAD"yaitu syurga bagi orang orang yang selalu melakukan ibadah puasa .Di bulan puasa ramadhan terdapat peristiwa peristiwa yang terjadi pada bulan puasa ramadhan di antaranya:
Peristiwa kemerdekaan republik INDONESIA , yang bertepatan pada tanggal 17 ramadhan
Peristiwa perang badar ,pada tanggal 17 ramadhan tahun 2 hijriah .
Pada saat itu pasukan umat islam yang berjumlah 314 pasukan yang di pinpin oleh RASSULULLAH ,sedangkan pasukan orag quraisy 1000pasukan yang di pinpin oleh abu sofyan .Pada perang badar ini ,awalnya pasukan umat islam hijrah ke madinah tanpa membawa perlengkapan senjata ,sedangkan pasukan kafir quraisy membawa perlengkapan seenjata dengan lengkap,kemudian pasukan quraisy menyaerang pasukan umat islam ,pada wakti itu pasukan kafir quraisy tidak berani untuk melawannya (umat islam ),karna allah memberikan kekuatan / pertolongan kepada pasukan umat islam untuk melawan pasukan kafir qurisy.
seperti yang di terangkan dalam q.s al-anfal ayat 7 yang artinya "dan ingatlah ketika allah menjanjikan kepadamu ,bahwa salah satu dari 2 golongan (ang kamu hadapi)adalah untukmu ,sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu , dan allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayatNya dan memusnahkan orang kafir .
Sabtu, 27 Oktober 2007
KegiAtan kegiatan selama bulan ramadhan
Melaksanakan makan sahur
Sahur pada minggu pertama alhamdulillah saya belum pernah tidak melaksanakan sahur , karna saya pada saat itu saya selalu bangun pada tepat waktunya,mungkin pada awal awal pertama puasa sedikit telat bangun .
Kegiatan kuliah subuh
Alhamdulillah pas sudah makan sahur ,ayahanda selalu mengajaku untuk pergi shalat berjamaah kemudian sesudahnya , sekalian kuliah subuh.sebelum melaksanakan acara kuliah subuh saya bersama anak-anak yang ada di sana (masjid) ,terlebih dahulu membaca al-quran selama 15 menit,kemudian setelah selesai membaca kitab suci al-quran ,baru acara kuliah subuhnya di mulai . Pada saat saya mengikuti kuliah subuh di masjid bersama anak-anak banyak ilmu yang banyak saya dapatkan .
Tilawah quran
Selama seminggu ini ,kini saya sering baca quran alhamdulillah....... !bahkan setiap saya pergi kemana pun ,kini saya sering membawa kitab suci al-quran Alhamdulillah.........!allah telah memberikan saya hidayah yang sangat berarti bagi saya,tetapi saya inginnya melakukan
tilawah quran tidak hanya bulan puasa ramadhan saja ,tapi hari hari /bulan lainnya.
Shalat wajib
Alhamdulillah selama bulan puasa ramadhan dan hari/bulan lainnya allah memberikan nimat yang amt besr yaitu nimat sehat,iman dan islam , dalam nimat itu allah menyadariku dengan mengingat allah swt ,begitu adzan berkumandang ayahku sering mengajakku pergi shalat berjamaah di mesjid dan saya melaksanakan shalat bukan karena takut sama ayahku ,tapi aku melaksanakannya karena allah dan mengerjakannya dengan penuh hati ikhlas Alhamdulillah..........!
Melaksanakan ibadah puasa
Sejak awal pertama puasa saya ,melakukan puasa dengan penuh semangat dan melaksankannya dengan hati penuh ikhlas Alhamdulillah..............!.Dan pada seminggu melelaksanakan puasa saya Alhamdulillah saya tidak pernah bolong(batal)dalam melaksanakan puasa .Hari hari dalam melaksanakan puasa saya melaklsanakan puasa dengan mengikuti kegiatan kegiatan pada bulan ramadhan .
Berbuka puasa
Selama bulan puasa , pada terbitnya matahari sampai matahari terbenam ,pada setiap matahari terbenam ,kemudian saya mempersiapkan makanan untuk berbuka puasa yang terdiri dari makanan 3
biji kurma dan segelas air hangat setelah itu saya


